Minggu, 24 Februari 2013

Pengrajin Ring Cicin Desa Tragah Kesulitan Modal

Kesulitan Modal     | oleh : A.Shohib.

[caption id="attachment_7190" align="aligncenter" width="580"]Abdurrahman saat membuat ring cicin-foto : A.Shohib/MC.com. Abdurrahman saat membuat ring cicin-foto : A.Shohib/MC.com.[/caption]

Maduracorner.com,Bangkalan- sejumlah pengrajin Ring cicin di desa Tragah, kecamatan Tragah, kabupaten Bangkalan mengeluhkan masalah modal, sebab selama ini pemerintah tidak pernah memberikan bantuan antu modal. “Kesulitan yang kami hadapi saat ini masalah modal pak,” terang    Abdurrahman (35) salah seorang pengrajin ring cicin warga desa Tragah keapad MC.com, Minggu (24/02).

Dijelaskan dia, selama 20 tahun Ia menekuni profesi sebagai pengrajin ring cicin tidak pernah menerima bantuan modal dari pemerintah. “Makanya kami sangat mengharapkan bantuan itu (modal red), kalau soal pemasaran tidak ada masalah,” jelas Abdurrahman.

Dijelaskan Abdurrahman, ring cici hasil karyanya itu saat ini sudah menembus pasar Nasional hingga Manca Negara. “Selain Balik Papan Kalimantan Timur, pelanggan saya itu ada yang menjualnya ke Arab Saudi, Malaysia dan Brunai,” tutur Abdurrahman.

Lebih lanjut Abdurrahman menjelaskan, ring cicin buatannya itu bisa laku antara Rp 350 hingga 500 ribu tergantung bahan ring cicin, apakah dari Emas atau Perak. “Saya tinggal membuatnya saja pak, bahannya biasanya dari orang yang pesan,” tuturnya.

Sementara itu Camat Tragah, Zakariya saat dimintai komentarnya masalah pengrajin ring cicin ini menjelaskan, pihak kecamatan tetap melakukan pembinaan agar pengrajin ring cicin ini tidak punah. “Pembinaan tetap kami lakukan, dan setiap ada pameran ring cicin ini  selalu kami tampilkan,” kata Zakariya.

Namun imbuhnya, saat ini kendala yang dihadapi oleh para pengrajin adalah masalah modal dan perlatannya banyak yang rusak. “Kendala memang masalah peralatan banyak yang banyak rusak, dan masalah permodalan,” kata Zakariya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangkalan, Budi Utomo, menjelaskan, untuk pembinaan pengrajin ring cicin di desa Trgah, pihaknya bekerjaaasama dengan Dinas perisdustrian Jawa Timur begitu jug adengan masalah pemasarannya “Kalau untuk pemasarannya ring cici dari Tragah ini hampir di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke manca negara, seperti TKI di Malaysia dan Arab Saudi, secara perorangan mereka selalu bawa ring cicin dari Tragah ini,” jelas Budi Utomo.

Sementara untyu desain kata Budi Utomo, pihaknya belajar desain ke Jogjakarta Dan Bali. “ Disainnya harus berkembang dan tidak monoton, makanya desain ini harus terus di inovasi,” pungkas Budi Utomo.(min)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar